Dari eksperimen tersebut ditemukan bahwa mereka yang menuliskan tentang cinta menilai rasa permen dan coklat lebih manis dibandingkan mereka yang tidak menuliskan tentang cinta. Tidak hanya itu saja, di samping eksperimen ini para peneliti juga meminta mahasiswa untuk menguji sebuah produk air minum (yang sebenarnya adalah air putih biasa), dan hal yang sama juga terjadi yakni mereka yang menuliskan tentang cinta mengatakan air itu lebih manis padahal itu benar-benar adalah air putih biasa.
Bagaimana dengan emosi dan metafora lainnya?
Sayangnya tidak semua emosi dapat meningkatkan rasa indera kita, sebagai contoh cemburu. Metafora atau sebuah gambaran seputar kata "cemburu" ini sangatlah banyak dan dipenuhi oleh perasaan membara, namun ternyata cemburu sendiri tidaklah berpengaruh apa-apa terhadap indera kita.
Uniknya, sebuah studi juga menunjukkan bahwa beberapa metafora terbukti benar, seperti contohnya seseorang yang terisolasi secara sosial memang merasakan bahwa dirinya lebih dingin. Ini berarti hanyalah bebeberapa emosi dan metafora tertentu yang memang dapat terbukti benar yang juga berarti tidak semua metafora harus dipercaya sebelum benar-benar dibuktikan.
--
Jadi lain kali jika Anda diminta untuk memakan atau meminum sesuatu yang pahit maka bayangkanlah kekasih tercinta Anda, mungkin saja itu tidak membantu. Kabar baiknya bagi Anda yang sedang cemburu, memakan es krim tidak akan membuat es krim tersebut menjadi pahit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kalau Mau Komentar Yang Baik Ya :)
Menggunakan Kata2 Kasar Akan Saya Hapus !!